Untuk Anak yang Telah Beranjak Muda
Kali ini, saya mengangkat tema melek politik. Kenapa?
Saya pribadi suka mendengarkan dan mengamati isu-isu poliitk, entah kenapa antusias saya bertambah lima kali lipat saat notifikasi youtube yang bernuansakan politik mencuat di layar ponsel. Bibir saya langsung tersungging kecil ketika membaca judulnya. Ya... lagi-lagi inti permasalahan yang sama. Saya tidak memposisikan diri sebagai pihak oposisi dari pemerintah -siapalah saya, si rakyat jelata-, tetapi saya senang ketika saya bisa mendengar berbagai macam argumentasi atas dasar keresahan dari pihak-pihak oposisi. Hal itu membuat saya mengaktifkan akal sehat saya yang beberapa hari mungkin tidak terpakai sebab libur kuliah dan pandemi.
Berbicara mengenai politik, saya paham bahwa saya adalah seorang pemudi yang tidak memiliki jabatan di ruang pemerintahan. Mengapa saya tertarik membahas ini, bukan untuk menjadikan pemuda-pemudi lainnya mengikuti saya, tetapi memikirkan kembali tulisan sederhana ini. Entah darimana rasa tertarik terhadap isu politik muncul. Apakah mungkin tertular virus hobi dari Ayah saya yang suka nonton berita tentang isu politik? Atau muncul karena keresahan-keresahan yang sama dengan yang dialami oleh masyarakat lainnya? Bisa jadi.
Bagi saya, seseorang yang mengaku anak muda, isu politik bukan hanya persoalan beberapa kaum tertentu saja atau golongan tua saja, melainkan kita juga yang bukan anak-anak lagi. Isu-isu politik menjadi hal yang penting sehingga perlu untuk diketahui. Tidak harus melulu kontra pemerintah, tetapi peran kita adalah menggunakan akal guna meninjau kesesuaian antara produk yang diciptakan dengan manfaat yang akan dihasilkan. Siapa yang diuntungkan, seharusnya rakyatnya.
Ingat, masa kini akan menjadi sejarah bagi masa depan. Masalah-masalah politik dan pemerintahan puluhan tahun lalu telah menjadi sejarah bagi bangsa saat ini. Sebagai anak muda, penting rasanya mempelajari sejarah agar saat terjebak oleh pengambilan keputusan, kita bisa menoleh ke belakang untuk meniru cara pelaku sejarah dulu mengambil keputusan dengan kebijaksanaannya ataupun tidak meniru dan mengambil solusi lain jika cara itu dianggap pernah gagal.
Ingat, Sejarah itu berulang. Seseorang yang paham akan sejarah tentu pemikirannya akan lebih terbuka. Mereka cenderung akan paham kondisi saat ini dan masa yang akan datang, dalam artian dari hasil analisis mereka terhadap hal-hal yang sebelumnya pernah terjadi.
Dalam islam, Allah Subhanahu wa ta'ala berulangkali memberi tahu kita dalam Al-Qur'an tentang sejarah-sejarah Nabi dan masyarakat pada masa itu untuk diambil hikmah atau pembelajaran dari peristiwa itu. Seseorang yang paham akan sejarah Islam tentu tahu bagaimana hendaknya dia menjalani kehidupan saat ini. Sangking pentingnya sejarah.
Masa depan bangsa akan ditanggung oleh pemuda-pemuda saat ini. Maka mempelajari bagaimana roda kehidupan politik dan pemerintahan saat ini akan menjadi bekal untuk menghadapi ketidakpastian di masa mendatang. Siapa yang akan menggoreskan tinta-tinta setiap kejadian masa sekarang jika bukan kita? Siapa yang kemudian akan kita harapkan untuk peduli dengan masalah bangsa di masa depan jika bukan kita yang membangkitkan gairah mereka para generasi? Saya paham, masalah bangsa kita bukan hanya masalah politik, hukum, dan pemerintahan saja. Permasalahan bangsa dan negara ini adalah masalah yang kompleks, saya rasa tidak ada salahnya kita menaruh perhatian pada berbagai macam masalah yang ada. Masalah kemanusiaan, lingkungan, ekonomi, dsb.
Beberapa tahun kedepan, bisa jadi salah satu dari kita yang diamanahkan untuk memimpin rakyat dan bangsa. Tentu saja, sebagai pemimpin kita tidak ingin bercermin pada pemimpin yang pernah gagal akibat hawa nafsunya pada kekuasaan ataupun ketidaktepatan mengeluarkan kebijakan yang merugikan manusia-manusia yang menjadi tanggung jawabnya. Hendaknya kita bisa belajar dari berbagai kegagalan akibat ketidakmampuan menganalisis masalah yang sebenarnya berulang/pernah terjadi dan menjadi sejarah. Bekal seorang pemimpin selain iman dan takwa, yaitu pemahaman akan sejarah. Saya pernah mendengar perkataan bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang paham akan sejarah bangsanya (maaf lupa nama).
"Ditulis atas dasar keinginan untuk berubah dan merubah"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar