Sabtu, 28 Maret 2020

TENTANG COVID-19


“TENAGA MEDIS”

Sungguh... Virus corona menjadi masalah baru yang mengawali tahun 2020 ini. Waktu yang berjalan maju berbanding lurus dengan jumlah penderita yang terinfeksi. Semakin hari semakin bertambah. Virus ini menjangkiti setiap insan dengan cepat tanpa pandang suku, ras, agama, bahkan kedudukan. 
Kali ini saya tidak akan membahas panjang tentang virusnya, tetapi sesuai judul yang saya cantumkan yaitu tentang para pejuang di garda terdepan. Siapa mereka? Iya, para tenaga medis, yang dengan sukarela mengerahkan kekuatan jiwa dan kebesaran hati mereka untuk melayani pasien-pasien yang terinfeksi Covid-19 ini. 
Kita tahu bahwa sebagai pekerja dalam bidang kesehatan, itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab mereka. Namun lain dalam kasus ini, tugas dan tanggung jawab itu kini menjadi berlipat-lipat lebih keras dan melelahkan. 
Mereka harus memakai pakaian yang kurang nyaman, pakaian yang terbuat dari plastik yang berlapis-lapis, mereka harus menahan keluh atas kondisi dan tuntutan pekerjaan. Mereka harus menahan dahaga dan hajat mereka demi keselamatan para pasien, demi mengabdi pada masyarakat. Hingga terkadang mereka lupa akan keselamatan mereka sendiri. Mereka melawan rasa takut mereka dari tertularnya virus yang dibawa oleh pasien mereka.
Mereka rela meluangkan waktu tidur mereka demi para pasien. Bahkan mungkin beberapa dari mereka harus tidur di rumah sakit. Mereka mengesampingkan urusan mereka dan keluarga mereka. Mereka menghindari pulang kerumah demi keselamatan keluarga mereka.
Adakah kita bersimpati pada mereka?
Terkhusus Negara kita tercinta, Indonesia. Saya salut atas perjuangan tenaga-tenaga medis yang kita miliki. Terasa sesak dada saya mengingat kondisi dunia sekarang ini yang semakin memburuk saja. Kita diperintah untuk stay at home, sementara mereka? Mereka harus bekerja, bukan untuk uang. Tetapi atas dasar pengabdian, bahkan nyawa mereka menjadi taruhan. 
Hampir setiap hari siaran di televisi mengabarkan tentang jumlah orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan, orang yang sembuh, dan orang yang meninggal. Kabar tersebut membawa duka tersendiri serta rasa cemas dalam dada. Namun, ada sepenggal rasa lega tersisa ketika tahu bahwa beberapa dari pasien dapat sembuh. Sembuh dan meninggalnya seseorang adalah bagian dari takdir yang Maha Kuasa, tetapi tak bisa kita pungkiri bahwa ada perjuangan dari para pahlawan kesehatan disana.
Ada hal yang semakin menambah rasa sakit di dada, kala mengetahui sang pahlawan di garda terdepan ikut terinfeksi virus ini. Memang tak bisa dipungkiri, sebab mereka hanya bisa stay at hospital, dimana orang yang positif virus ini dilarikan. Itu artinya bukan sebuah kemustahilan bahwa mereka bisa kapan saja tertular, mereka juga manusia biasa. Menjadi duka mendalam bagi kita dan bangsa ini kala mendengar beberapa di antara mereka meninggal dunia.
Adakah kita akan membantu mereka? Dengan apa? Ya, dengan usaha dan doa kita. Usaha yang kita upayakan mungkin tak seberat yang mereka lakukan. Usaha kita adalah dengan tetap dirumah, menjaga diri dari keramaian, serta menjaga kebersihan dan kesehatan. Doa-doa kita haruslah kuat pula. Sebagaimana kuatnya keinginan kita untuk segera lepas dari mimpi buruk ini.
Diri pribadi ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pahlawan yang selalu siap berada di garda terdepan dalam membantu para pasien yang terus berjatuhan. Jujur saja, hampir tumpah air di mata ini menuliskan kata demi kata tenttang jasa-jasa pahlawan di garda terdepan ini. Tercurah sudah segala kata yang ada dalam benak.  Semoga pesan-pesan singkat ini dapat meningkatkan kesadaran bagi kita semua akan bahaya dari virus Covid-19 ini, serta menumbuhkan simpati kita pada pahlawan yang sekarang sedang berjuang.
Syukron;) 
#NulisYuk

1 komentar:

  1. saat ini garda terdepan memang tenaga medis ya kak, makanya salut banget dan tetap melangitkan doa pada mereka buat tetap sehat selalu

    BalasHapus

KKN's Story

[Luwu Timur, 27 Juni 2022 - 20 Agustus 2022] Tak terasa, waktu bagai angin lalu yang sepersekian detik menerpa tubuhku.. Masa 55 hari ber-KK...