Merasa Bodoh
Ya.. Diri ini punya banyak kekurangan, kelemahan, dan keterbelakangan. Manusia diciptakan dengan sebaik-baik penciptaan, namun Allah membekali manusia dengan kemampuan dan akal yang terbatas. Kita bisa merasakan lelah, sakit, dan berbagai penderitaan lainnya. apa urgensinya? tentu saja agar manusia tahu hakikat dirinya, serta penciptaannya. semua itu agar kita semakin menambah rasa syukur kita dan ketaatan kita. Kita diberi kemampuan yang terbatas bukan berarti kita mengabaikannya dan tak mengambil manfaat darinya. Kita diberi akal yang terbatas bukan berarti enggan digunakan untuk dipakai berfikir, melainkan kita gunakan untuk banyak memikirkan nikmat dan karunia Allah.
Kebodohan ada karena manusia enggan berusaha untuk mencerdaskan dirinya. Berusaha mencari tahu dan mempelajari apa-apa yang belum diketahui, terutama mempelajari ilmu syar'i. Sebab ganjarannya adalah pasti.
Merasa bodoh bukan berarti merasa pantas untuk menjadi manusia bodoh. Merasa bodoh bukan berarti pasrah akan kebodohan yang ia alami dan berfikir bahwa ia memang ditakdirkan untuk menjadi manusia yang bodoh. Pemikiran seperti itu adalah contoh kebodohan yang nyata.
Tak pantas rasanya seorang muslim dan muslimah berfikir seperti itu. Sebab teladan kita tak pernah mencontohkan cara berfikir seperti itu. Seorang muslim hendaknya berfikir luas dan memiliki target-target besat dalam hidupnya, sebab mereka tahu bahwa perkara dunia adalah hal yang mudah saja. Keyakinan pada Allah yang mengubah cara berfikir seorang muslim itu.
Orang yang berilmu akan merasa dirinya bodoh karena merasa kurang dalam kepemilikan ilmu. Mereka adalah orang yang haus akan ilmu. Merasa bodoh adalah bentuk kerendahan diri kita pada yang Maha Pemberi ilmu. Jangan kita menjadi orang yang puas akan ilmu sedikit yang kita miliki dan jangan pula menjadi congkak dengan ilmu yang sejatinya sangat sedikit itu. Perasaan puas itu hanya akan menambah kesombongan dan bangga pada diri sendiri. Padahal kapan saja dan dimana saja Allah bisa langsung mencabut ilmu yang ada pada kita.
Jangan pernah iri dengan orang yang merasa memiliki banyak ilmu padahal sejatinya ia tak berilmu, sebab sikap dan adab tak menunjukkan demikian. Merasa iri-lah pada mereka yang Allah karuniakan ilmu padanya lantas ia membagikan ilmu yang ia miliki.
Tak mengapa dicap oleh orang-orang sekitar sebagai orang yang tak pandai, asalkan kita tetap punya tekad untuk belajar. Sebab ciri-ciri penuntut ilmu yaitu ikhlas dan bermujahadah (sungguh-sungguh). Kita memang punya keterbatasan dalam menguasai seluruh disiplin ilmu, namun kita masih diberi kesempatan untuk menguasai beberapa ilmu.
Tak perlu membuktikan pada dunia bahwa kita orang yang cerdas. sebab dunialah yang akan mencari orang yang benar-benar cerdas. Allah tak pernah melihat dan menilai dari seberapa banyak ilmu yang seseorang miliki, tetapi seberapa mampu seseorang itu mengamalkan ilmu yang ia miliki. Itu artinya, orang yang berilmu itu adalah yang memiliki usaha besar untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Mereka memliki kemauan yang besar dalam membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
Tetap merasa rendah dan tetap mengukir semangat berilmu.
Memahat tekad untuk ikut andil dalam mengubah peradaban jahiliyah yang masih tersisa.
Saya yakin, setiap niat yang diimplementasikan pasti akan ada balasannya.
Maka perbaiki niat-niat kita terutama dalam menuntut ilmu.
Saya yakin, setiap niat yang diimplementasikan pasti akan ada balasannya.
Maka perbaiki niat-niat kita terutama dalam menuntut ilmu.
