Selasa, 29 Oktober 2019

Surat Cinta Untuk Murobbiyahku


 #Dariku


Tak ada yang lebih indah dan utama dari mempelajari dan mengajarkan ilmu agama islam. Karena ia menjadi aspek dasar paling utama yang perlu di kaji dan di pahami untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan. Tak sampai disitu, ilmu yang kita dapat haruslah menjadi manfaat bagi orang lain. Dalam artian ilmu tersebut haruslah kita sampaikan atau dakwahkan. Bukankah itu tugas setiap individu? Begitulah bagaimana Allah AzzaWa Jalla secara luas dan detail mengatur kehidupan kita tanpa ada maksud untuk mengekang ataupun mempersulit hamba-Nya, justru Dia ingin agar kita memperoleh banyak kebaikan, ampunan, dan kasih sayang.

Dalam tulisan ini, saya bukan ingin membahas apa itu agama islam. Tetapi tentang guru-guru kami yang berjuang di medan dakwah dalam memperjuangkan agama islam dengan menanamkan berjuta-juta kebaikan bagi kami mutarobbi-nya yang juga saudarinya.

Dia adalah seseorang dari golongan kami. Dia adalah manusia biasa yang akhlaknya luar biasa. Dia adalah wanita yang memiliki kontribusi besar bagi ummat. Dia yang cita-citanya menjulang tinggi hingga ke ujung langit. Dia adalah penerus para shahabiyyah yang mulia. 


Dalam tarbiyah, duduk melingkar nan rapat, saling mennayakan kabar, tadarrus Al-Qur’an, membuat kami paham akan ilmu. Tengiang selalu ucapan dan untaian kalimat-kalimat nasihat yang tak pernah luput untuk di sampaikan. Beliau tak kenal lelah meski harus berbicara terus menerus demi tersampaikannya ilmu. Beliau tak mengeluh meski harus datang jauh-jauh mengisi kajian dari satu tempat ke tempat yang lain.

Aku bersyukur bisa mengenal mereka. Murobbiyahku dan sahabat-sahabat seperjuanganku yang terus memberiku nasihat dan semangat meskipun jarak tak lagi dekat. Dan orang-orang disekitarku yang Allah pilihkan yang mampu menjadi pengingat diri saat kelalaian menguasai.
Apa yang lebih indah dari itu?

Maka, inilah surat cinta untukmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KKN's Story

[Luwu Timur, 27 Juni 2022 - 20 Agustus 2022] Tak terasa, waktu bagai angin lalu yang sepersekian detik menerpa tubuhku.. Masa 55 hari ber-KK...