#Dariku
Tak ada yang
lebih indah dan utama dari mempelajari dan mengajarkan ilmu agama islam. Karena ia menjadi aspek dasar paling utama yang perlu di kaji dan di pahami
untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan. Tak sampai disitu, ilmu yang kita
dapat haruslah menjadi manfaat bagi orang lain. Dalam artian ilmu tersebut
haruslah kita sampaikan atau dakwahkan. Bukankah itu tugas setiap individu? Begitulah bagaimana Allah AzzaWa Jalla secara luas dan
detail mengatur kehidupan kita tanpa ada maksud untuk mengekang ataupun mempersulit hamba-Nya,
justru Dia ingin agar kita memperoleh banyak kebaikan, ampunan, dan kasih sayang.
Dalam tulisan
ini, saya bukan ingin membahas apa itu agama islam. Tetapi tentang guru-guru
kami yang berjuang di medan dakwah dalam memperjuangkan agama islam dengan
menanamkan berjuta-juta kebaikan bagi kami mutarobbi-nya yang juga saudarinya.
Dia adalah
seseorang dari golongan kami. Dia adalah manusia biasa yang akhlaknya luar
biasa. Dia adalah wanita yang memiliki kontribusi besar bagi ummat. Dia yang cita-citanya menjulang tinggi hingga ke ujung langit. Dia adalah penerus para shahabiyyah
yang mulia.
Dalam tarbiyah,
duduk melingkar nan rapat, saling mennayakan kabar, tadarrus Al-Qur’an, membuat
kami paham akan ilmu. Tengiang selalu ucapan dan untaian kalimat-kalimat
nasihat yang tak pernah luput untuk di sampaikan. Beliau tak kenal lelah meski
harus berbicara terus menerus demi tersampaikannya ilmu. Beliau tak mengeluh
meski harus datang jauh-jauh mengisi kajian dari satu tempat ke tempat yang
lain.
Aku bersyukur bisa
mengenal mereka. Murobbiyahku dan sahabat-sahabat seperjuanganku yang terus
memberiku nasihat dan semangat meskipun jarak tak lagi dekat. Dan orang-orang
disekitarku yang Allah pilihkan yang mampu menjadi pengingat diri saat
kelalaian menguasai.
Apa yang lebih
indah dari itu?
Maka, inilah
surat cinta untukmu.