Baru liat sudah
bilang susah? Belum dicoba sudah bilang takut gagal?
Nah, kali ini saya akan bahas tentang sifat pesimistis.
Saya pribadi dulu suka pesimis dengan hal-hal yang belum saya lakukan dan akan
saya lakukan. Saya suka ragu dan terlalu over thinking padahal saya belum tahu
apakah yang akan terjadi benar-benar sesuai ekspektasi saya. Sampai pada suatu
saat, setelah saya membaca buku dan mendengarkan video-video di youtube,
akhirnya saya paham bahwa sifat seperti itu hanya akan membawa kemudharatan
bagi diri. Dampaknya nggak baik.
Kenapa sih sifat pesimis itu ada? Ya ada karena orang-orang
terlalu takut untuk gagal. Padahal dengan kegagalan kita bisa banyak belajar
tentang arti kesuksesan yang tidak mudah dan menuntut kerja keras. Kalo kita
gagal bukan berarti kita akan gagal seterusnya, bukan berarti kita tidak mampu.
Hanya saja usaha kita yang perlu ditambah. Optimisme juga perlu ditingkatkan.
Bahkan menurutku nih ya, kita perlu sekali untuk mencoba
dan merasakan yang namanya kegagalan. Belum sempurna kalo kita sukses tapi
nggak punya kisah atau masa-masa jatuh bangun. Belum pas rasanya kalo kita gak
pernah merasakan bangkit dari kegagalan itu kayak bagaimana. Ada perasaan puas
tersendiri dan syukur yang besar atas pencapaian itu. Kegagalan akan mendorong
kita untuk terus mencoba dan mencoba. Hingga saat kita berhasil mencapai apa
yang menjadi target, kita mungkin akan berkata ‘tidak sia-sia perjuangan’.
Karena memang sejatinya tidak ada yang sia-sia selama itu bagian dari usaha
menuju keberhasilan.
Tapi bukan berarti orang-orang yang dengan mudahnya meraih
kesuksesan kita anggap sebagai orang yang gak benar-benar beruntung dengan
keberhasilannya. Sebab Allah punya rencana untuk setiap alur hidup seseorang.
Optimis itu harus dibarengi dengan positive thinking.
Pernah dengarkan, “Anda adalah apa yang Anda pikirkan?”
Saya sangat setuju dengan itu. Apa yang kita pikirkan akan membawa dampak pada
perbuatan kita, dan tentu apa yang akan kita dapatkan itu dari hasil perbuatan
kita sendiri. Jadi secara tidak langsung, kita
dibentuk oleh pemikiran-pemikiran kita sendiri. Nah, maka dari itu kita
harus berpikir positif terus. Karena optimis saja tidak cukup.
Kalau muncul pikiran-pikiran negatif, jangan langsung
diiyakan. Silahkan kembali ke tujuan awal.
Maka mulai sekarang, buang jauh-jauh sifat-sifat yang
merugikan diri sendiri, yang bisa menjadi penghambat kesuksesan. Jangan takut
mencoba hal-hal yang baik dan jangan takut gagal. Yakin kalau Allah akan terus
membuka kesempatan kepada kita untuk bisa maju dan menjadi bermanfaat bagi
banyak orang, sesuai dengan keinginan besar kita.
Biasakan juga untuk melihat sesuatu itu dengan kacamata
yang baik. Jangan langsung berpikiran kalau itu susah dan saya gk mampu. No. Biasakan
dari hal-hal yang kecil. Misalnya saat diberikan tugas oleh guru atau dosen. Tenanglah
sejenak dan yakinkan diri kalau itu
mudah dan saya bisa.
Kegagalan itu bukan akhir, justru permulaan. Bagiku,
kegagalan itu penting. Memimpikan kesuksesan dengan permulaan yang memberi
banyak pelajaran berharga.
Satu lagi, jangan pernah iri melihat kesuksesan orang lain
yang mungkin lebih dulu dari kita. Katakan pada diri bahwa “jalan sukses kita
berbeda”.
“Pandang dunia dan berbagai macam
persoalan didalamnya sebagai sesuatu yang rendah, mudah, murah, dan sederhana. Dengan
begitu, kita akan selalu bersikap optimis menghadapi sesuatu.” (Moon)