GENERASI INSECURE
Kenapa kita mesti merasakan insecure itu?
Aku juga sering ngerasa insecure, ngerasa paling bodoh, kurang cantik, dan gak pedean. Liat temen pinter public speaking ato dengan mudahnya nyampein bahan presentasi di depan kelas, udah ngerasa kalo aku yang paling kaku kalo udah jadi pusat perhatian. Liat temen dengan gampangnya ngangkat tangan pas dikasih pertanyaan sama dosen, aku udah ngerasa kalo tanganku yang paling gak pernah dilirik dosen dan secara gak langsung memberi kesan kepada orang sekitar kalo aku orangnya bodoh. Lagi, semakin bodohnya adalah aku juga suka ngerasa insecure kalo ngeliat teman-temanku tuh cantik-cantik gitu mukanya, padahal ya cuman titipan kan yak. Hihi, candalah!
Kalo semakin dipikir-pikir, justru rasa insecure ini adalah rasa yang cuman bikin kita semakin rendah, bodoh, dan gak berkembang. Rasa insecure gak pernah nyuruh kita buat merubah diri jadi lebih baik, tapi malah sebaliknya. Rasa insecure gak pernah ngasih motivasi buat ngambil pelajaran dari orang-orang yang hebat itu, tapi malah mengiyakan kerendahan diri kita sendiri. Rasa insecure cuman bisa bikin kita menikmati keterombang-ambingan yang pada akhirnya menyesal karena gak pernah mau bangkit dan sadar.
Kalo semakin dipikir-pikir, pusing juga ya dengan keadaan diri sendiri yang masih gini-gini aja. Lelah juga ya cuman bisa berpasrah dengan posisi diri yang berada di bawah orang-orang itu. Kalo kita kembali ke pertanyaan awal, kenapa kita mesti merasakan insecure itu? Tanya pada diri sendiri...
Sebenarnya yang paling tahu dan paham jawabannya ya diri kita sendiri. Kalo jawabanku, karena aku dulu gak mau pernah paham apa mauku selama ini, apa yang ingin aku capai atau cita-citakan, dan apa yang harus aku lakukan untuk mencapai itu.
Mungkin, selama ini aku cuman ngikutin arus kehidupan tanpa ada motivasi untuk memperjuangkan sesuatu. Dalam pikiranku, sesuatu yang diperjuangkan itu harus nampak, padahal gak harus juga. Terlalu naif dan berharap lebih atas masa depan, tetapi gak mau mencari tahu seperti apa jalan menuju kesana. Sadar hey.. masa depan cerah gak didapat dengan hanya membalikkan telapak tangan. Kalo dalam dunia kampus... gak cukup kalo cuman ngisi daftar hadir, duduk dalam kelas, dengar materi dan iya iya aja, trus pulang. Kita perlu menekan tombol power ON dan mengaktifkan diri di antara sebagian kecil teman-teman kita yang juga aktif. Jadilah yang di tonton. (Teguran untuk diri sendiri)
Kembali ke insecure. Pesanku... Kita harus menghargai diri sendiri dan bersyukur apapun kita saat ini. Bentuk penghargaan itu adalah dengan tidak memberi penilaian yang buruk atau negatif terhadap apa yang kita tidak miliki dan tidak kuasai. Masalah mampu atau tidak, itu bisa dilatih. Asalkan siap berproses dan menjadi versi terbaik bagi diri. Sedangkan, bentuk syukur sendiri adalah dengan memanfaatkan dan memaksimalkan potensi yang udah Allah kasih. Belajar, berlatih, fokus, dan maksimalkan supaya bisa menguasai suatu bidang tertentu. Kalo sudah bisa menggait dua kalimat ini dalam kehidupan, Insyaa Allah rasa insecure bisa perlahan padam.
Sekarang, aku sudah mulai belajar mengendalikan diri dan membuang jauh-jauh rasa insecure yang datang. Berusaha menghargai diri sendiri. Kalo memang aku gak mampu ya bukan berarti aku pasrah, tapi mencoba untuk mempelajari dan menjadi bisa. Gak mesti harus sama dengan orang lain. Setiap orang punya ciri khasnya. Kalo tidak tahu dan tidak paham tentang sesuatu hal ya cari tahu dan bertanya pada yang tahu, jangan diam di tempat.
Memahami kapasitas diri sekarang dan kapasitas yang udah dikasih sama Allah, bahwa sebenarnya kita dikasih kapasitas yang luarbiasa besar, tinggal diisi dan digunakan semaksimal mungkin. Ingat... setiap manusia dikasih kapasitas yang sama. Namun, dalam segi pemanfaatan ya kembali ke orangnya masing-masing. Adapun kelebihan atas beberapa orang di luarsana itu bonus, gak perlu terlalu fokus kesana. Kita akan selamanya menjadi sosok yang suka insecure kalo gak pernah mau belajar, gak mau keluar dari zona nyaman, dan selalu merasa lebih baik menjadi orang yang rata-rata ato yang biasa aja. Gak punya keinginan untuk menjadi berbeda dari oranglain dan gak punya niat untuk menebar manfaat bagi umat, salah satunya dengan mencipta karya.
Insecure memang masalah anak muda sekarang hahaha...nice banget udah sharing mengenai hal ini.
BalasHapusterimakasih kembali hihi..
HapusTuh kan mulai lg ak insekyur meliat blognya munik yg keren ini huhu, bisa yok mangat yok
BalasHapus