MUSLIMAH HARUS PUNYA IMPIAN
@munika_widiya
Hampir setiap orang memiliki
impian, namun sangat jarang yang bersungguh-sungguh dan berkeinginan kuat untuk
menggapai mimpinya. Mengapa? Karena mereka mudah kehilangan rasa optimis dan
kepercayaan diri, merasa tidak mampu, dan selalu melihat sesuatu sebagai sebuah
kemustahilan.
Tak ada yang salah dari mimpi,
pun tak ada salahnya seorang muslimah memiliki impian yang besar. Meskipun,
banyak orang yang mengatakan bahwa itu kurang pantas, karena kodrat perempuan
yang lemah dan lebih baik menjadi ibu rumah tangga. Menurutku, itu pemikiran
yang pasif. Justru dengan impian kita belajar bekerja keras untuk meraih itu
semua, berpandangan baik terhadap sesuatu, dan bijak dalam memanfaatkan peluang
yang ada. Impian menjadikan seorang muslimah memiliki jiwa yang tangguh, dan
memiliki manajemen waktu yang baik, sebab ia sadar bahwa untuk menjadikan mimpi
itu menjadi kenyataan tidaklah mudah. Tidak boleh ada waktu yang terbuang
sia-sia dan semua butuh perencanaan yang baik.
Milikilah impian yang hebat, yang
tak semua orang pernah memikirkannya. Hindari memiliki impian yang sia-sia,
yang tidak membawa manfaat apa-apa bagi diri dan orang sekitar, terutama bagi
akhirat kita. Jauhi impian yang hanya sekedar untuk meraih kesenangan dunia
semata. Bermimpilah yang besar meskipun terdengar mustahil di telinga banyak
orang. Bermimpilah agar bisa mengubah kehidupan orang banyak menjadi lebih
baik, bahkan mengubah dunia.
Kejelian dalam melihat peluang
adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh sebagian orang saja, sedangkan yang
benar-benar mau memanfaatkan peluang itu dan berjuang sampai akhir hanyalah
sedikit dari sebagian orang itu. Ya, peluang yang membukakan pintu dan mendekatkan
kita dengan impian kita.
Jika kita memiliki impian,
hendaknya impian itu tidak membuat jiwa kita mengecil. Sebab, yang ada dalam
pikiran kita kebanyakan adalah bahwa kita lemah, kita tidak tahu darimana
mendapatkan hal-hal yang dapat menunjang mimpi kita, dan sebagainya yang
terkadang membuat seseorang jadi enggan untuk melanjutkan mimpinya. Akal dan
kemampuan kita memang terbatas, kita tidak mampu menjangkau masa depan, dan
mengatur segalanya dengan sekehendak diri. Tetapi ingat, kita punya Allah Subhanahu wa ta’ala, kita hanya disuruh
untuk meminta. Sangatlah mudah bagi-Nya menjadikan impian menjadi kenyataan.
Minta dengan cara yang baik, sebab memang di dunia ini kita butuh Allah Subhanahu wa ta’ala dan Allah Subhanahu wa ta’ala suka dengan hamba
yang jika ingin sesuatu langsung mengingat dan merengek kepada-Nya, sehingga
aneh rasanya ketika seorang muslimah tak punya impian bahkan untuk dirinya
sendiri.
Tak inginkah kita mendatangi
rumah Allah di tanah suci? Tak inginkah kita menjelajahi dan melihat keindahan setiap
bagian hamparan bumi Allah ini? Tak inginkah kita menjadi manusia yang
disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam, yaitu manusia yang bermanfaat bagi manusia lain? Tak
inginkah kita menjadi manusia yang populer di kalangan penduduk langit? Tak
inginkah kita menjadi manusia yang paling bahagia di bumi ini dan diakhirat
kelak? Tentu mau, bukan?
Mimpi saya sendiri sangat banyak,
saya menuliskannya di kertas dan kemudian menempelkannya di dinding meja
belajar saya. Saya tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang lain tentang
mimpi saya. Saya berharap dengan mimpi saya yang besar ini dapat menjadikan
saya sebaik-baiknya manusia yang pernah hidup di dunia ini.
Bemimpi itu jangan
setengah-setengah, ketika kita telah berjuang namun memperoleh kegagalan, itu
hanya sebagian jalan menuju kesuksesan. Hampir semua orang yang sukses
mewujudkan mimpinya, merasakan kegagalan. Kegagalan mengajarkan kita menjadi
manusia yang berbeda, yang mau belajar dari kesalahan, jeli untuk melihat kembali
peluang yang datang, tidak ragu untuk melangkah lebih jauh, semakin percaya
diri dan kuat. Lalu, kembali pada diri kita. Mengejar mimpi itu butuh kesiapan,
sama seperti pasukan yang hendak bertempur pasti mereka membutukan kesiapan
diri dan senjata. Tanpa senjata, kita bisa apa?
Jika di awal kita sudah tidak
mempercayai diri sendiri dan meragukan dahsyatnya kekuatan sebuah doa, sama
saja kita tidak percaya pada kuasa dan kekuatan Allah Subhanahu wa ta’ala. Inilah sumber kekuatan seorang mukmin, senjata
itu berupa doa yang dipanjatkan dengan penuh harap dan sungguh-sungguh. Bukti
kesungguhan itu dilihat dengan cara kita melihat waktu yang tepat dalam berdoa.
Doa mampu melahirkan ketenangan dan optimisme, karena kita melabuhkannya pada
jalan yang benar.
Orang yang memiliki impian,
haruslah memiliki harapan untuk dapat mewujudkannya. Harapan dan doa jalan
beriringan, keduanya adalah penguat mimpi. Maka, jangan sampai kita kehilangan
harapan, jangan sampai kita lupa berdoa, dan jangan sampai impian yang besar
melahirkan angan-angan yang terlampau tinggi.
Setiap
hari, tuliskan target harianmu yang bermanfaat dan sangat berguna untuk
mendukung terwujudnya mimpimu perlahan-lahan. Memanfatkan waktu dengan baik
adalah salah satu cara kita bersyukur pada Allah Subhanahu wa ta’ala. Jangan lupa perbanyak doa dan shalawat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar