Kamis, 14 Mei 2020

MENGEJAR MIMPI

MUSLIMAH HARUS PUNYA IMPIAN

@munika_widiya

 

Hampir setiap orang memiliki impian, namun sangat jarang yang bersungguh-sungguh dan berkeinginan kuat untuk menggapai mimpinya. Mengapa? Karena mereka mudah kehilangan rasa optimis dan kepercayaan diri, merasa tidak mampu, dan selalu melihat sesuatu sebagai sebuah kemustahilan.

Tak ada yang salah dari mimpi, pun tak ada salahnya seorang muslimah memiliki impian yang besar. Meskipun, banyak orang yang mengatakan bahwa itu kurang pantas, karena kodrat perempuan yang lemah dan lebih baik menjadi ibu rumah tangga. Menurutku, itu pemikiran yang pasif. Justru dengan impian kita belajar bekerja keras untuk meraih itu semua, berpandangan baik terhadap sesuatu, dan bijak dalam memanfaatkan peluang yang ada. Impian menjadikan seorang muslimah memiliki jiwa yang tangguh, dan memiliki manajemen waktu yang baik, sebab ia sadar bahwa untuk menjadikan mimpi itu menjadi kenyataan tidaklah mudah. Tidak boleh ada waktu yang terbuang sia-sia dan semua butuh perencanaan yang baik.

Milikilah impian yang hebat, yang tak semua orang pernah memikirkannya. Hindari memiliki impian yang sia-sia, yang tidak membawa manfaat apa-apa bagi diri dan orang sekitar, terutama bagi akhirat kita. Jauhi impian yang hanya sekedar untuk meraih kesenangan dunia semata. Bermimpilah yang besar meskipun terdengar mustahil di telinga banyak orang. Bermimpilah agar bisa mengubah kehidupan orang banyak menjadi lebih baik, bahkan mengubah dunia.

Kejelian dalam melihat peluang adalah kemampuan yang hanya dimiliki oleh sebagian orang saja, sedangkan yang benar-benar mau memanfaatkan peluang itu dan berjuang sampai akhir hanyalah sedikit dari sebagian orang itu. Ya, peluang yang membukakan pintu dan mendekatkan kita dengan impian kita.

Jika kita memiliki impian, hendaknya impian itu tidak membuat jiwa kita mengecil. Sebab, yang ada dalam pikiran kita kebanyakan adalah bahwa kita lemah, kita tidak tahu darimana mendapatkan hal-hal yang dapat menunjang mimpi kita, dan sebagainya yang terkadang membuat seseorang jadi enggan untuk melanjutkan mimpinya. Akal dan kemampuan kita memang terbatas, kita tidak mampu menjangkau masa depan, dan mengatur segalanya dengan sekehendak diri. Tetapi ingat, kita punya Allah Subhanahu wa ta’ala, kita hanya disuruh untuk meminta. Sangatlah mudah bagi-Nya menjadikan impian menjadi kenyataan. Minta dengan cara yang baik, sebab memang di dunia ini kita butuh Allah Subhanahu wa ta’ala dan Allah Subhanahu wa ta’ala suka dengan hamba yang jika ingin sesuatu langsung mengingat dan merengek kepada-Nya, sehingga aneh rasanya ketika seorang muslimah tak punya impian bahkan untuk dirinya sendiri.

Tak inginkah kita mendatangi rumah Allah di tanah suci? Tak inginkah kita menjelajahi dan melihat keindahan setiap bagian hamparan bumi Allah ini? Tak inginkah kita menjadi manusia yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu manusia yang bermanfaat bagi manusia lain? Tak inginkah kita menjadi manusia yang populer di kalangan penduduk langit? Tak inginkah kita menjadi manusia yang paling bahagia di bumi ini dan diakhirat kelak? Tentu mau, bukan?

Mimpi saya sendiri sangat banyak, saya menuliskannya di kertas dan kemudian menempelkannya di dinding meja belajar saya. Saya tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang lain tentang mimpi saya. Saya berharap dengan mimpi saya yang besar ini dapat menjadikan saya sebaik-baiknya manusia yang pernah hidup di dunia ini.

Bemimpi itu jangan setengah-setengah, ketika kita telah berjuang namun memperoleh kegagalan, itu hanya sebagian jalan menuju kesuksesan. Hampir semua orang yang sukses mewujudkan mimpinya, merasakan kegagalan. Kegagalan mengajarkan kita menjadi manusia yang berbeda, yang mau belajar dari kesalahan, jeli untuk melihat kembali peluang yang datang, tidak ragu untuk melangkah lebih jauh, semakin percaya diri dan kuat. Lalu, kembali pada diri kita. Mengejar mimpi itu butuh kesiapan, sama seperti pasukan yang hendak bertempur pasti mereka membutukan kesiapan diri dan senjata. Tanpa senjata, kita bisa apa?

Jika di awal kita sudah tidak mempercayai diri sendiri dan meragukan dahsyatnya kekuatan sebuah doa, sama saja kita tidak percaya pada kuasa dan kekuatan Allah Subhanahu wa ta’ala. Inilah sumber kekuatan seorang mukmin, senjata itu berupa doa yang dipanjatkan dengan penuh harap dan sungguh-sungguh. Bukti kesungguhan itu dilihat dengan cara kita melihat waktu yang tepat dalam berdoa. Doa mampu melahirkan ketenangan dan optimisme, karena kita melabuhkannya pada jalan yang benar.

Orang yang memiliki impian, haruslah memiliki harapan untuk dapat mewujudkannya. Harapan dan doa jalan beriringan, keduanya adalah penguat mimpi. Maka, jangan sampai kita kehilangan harapan, jangan sampai kita lupa berdoa, dan jangan sampai impian yang besar melahirkan angan-angan yang terlampau tinggi.

Setiap hari, tuliskan target harianmu yang bermanfaat dan sangat berguna untuk mendukung terwujudnya mimpimu perlahan-lahan. Memanfatkan waktu dengan baik adalah salah satu cara kita bersyukur pada Allah Subhanahu wa ta’ala. Jangan lupa perbanyak doa dan shalawat.





 ~Intinya Pengen Keliling Dunia~
images by internet



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KKN's Story

[Luwu Timur, 27 Juni 2022 - 20 Agustus 2022] Tak terasa, waktu bagai angin lalu yang sepersekian detik menerpa tubuhku.. Masa 55 hari ber-KK...