Minggu, 29 Maret 2020

PESIMIS



Baru liat sudah bilang susah? Belum dicoba sudah bilang takut gagal?

Nah, kali ini saya akan bahas tentang sifat pesimistis. Saya pribadi dulu suka pesimis dengan hal-hal yang belum saya lakukan dan akan saya lakukan. Saya suka ragu dan terlalu over thinking padahal saya belum tahu apakah yang akan terjadi benar-benar sesuai ekspektasi saya. Sampai pada suatu saat, setelah saya membaca buku dan mendengarkan video-video di youtube, akhirnya saya paham bahwa sifat seperti itu hanya akan membawa kemudharatan bagi diri. Dampaknya nggak baik.

Kenapa sih sifat pesimis itu ada? Ya ada karena orang-orang terlalu takut untuk gagal. Padahal dengan kegagalan kita bisa banyak belajar tentang arti kesuksesan yang tidak mudah dan menuntut kerja keras. Kalo kita gagal bukan berarti kita akan gagal seterusnya, bukan berarti kita tidak mampu. Hanya saja usaha kita yang perlu ditambah. Optimisme juga perlu ditingkatkan.
Bahkan menurutku nih ya, kita perlu sekali untuk mencoba dan merasakan yang namanya kegagalan. Belum sempurna kalo kita sukses tapi nggak punya kisah atau masa-masa jatuh bangun. Belum pas rasanya kalo kita gak pernah merasakan bangkit dari kegagalan itu kayak bagaimana. Ada perasaan puas tersendiri dan syukur yang besar atas pencapaian itu. Kegagalan akan mendorong kita untuk terus mencoba dan mencoba. Hingga saat kita berhasil mencapai apa yang menjadi target, kita mungkin akan berkata ‘tidak sia-sia perjuangan’. Karena memang sejatinya tidak ada yang sia-sia selama itu bagian dari usaha menuju keberhasilan.
Tapi bukan berarti orang-orang yang dengan mudahnya meraih kesuksesan kita anggap sebagai orang yang gak benar-benar beruntung dengan keberhasilannya. Sebab Allah punya rencana untuk setiap alur hidup seseorang.

Optimis itu harus dibarengi dengan positive thinking.
Pernah dengarkan, “Anda adalah apa yang Anda pikirkan?” Saya sangat setuju dengan itu. Apa yang kita pikirkan akan membawa dampak pada perbuatan kita, dan tentu apa yang akan kita dapatkan itu dari hasil perbuatan kita sendiri. Jadi secara tidak langsung, kita dibentuk oleh pemikiran-pemikiran kita sendiri. Nah, maka dari itu kita harus berpikir positif terus. Karena optimis saja tidak cukup.
Kalau muncul pikiran-pikiran negatif, jangan langsung diiyakan. Silahkan kembali ke tujuan awal.

Maka mulai sekarang, buang jauh-jauh sifat-sifat yang merugikan diri sendiri, yang bisa menjadi penghambat kesuksesan. Jangan takut mencoba hal-hal yang baik dan jangan takut gagal. Yakin kalau Allah akan terus membuka kesempatan kepada kita untuk bisa maju dan menjadi bermanfaat bagi banyak orang, sesuai dengan keinginan besar kita.

Biasakan juga untuk melihat sesuatu itu dengan kacamata yang baik. Jangan langsung berpikiran kalau itu susah dan saya gk mampu. No. Biasakan dari hal-hal yang kecil. Misalnya saat diberikan tugas oleh guru atau dosen. Tenanglah sejenak dan yakinkan diri kalau itu mudah dan saya bisa.

Kegagalan itu bukan akhir, justru permulaan. Bagiku, kegagalan itu penting. Memimpikan kesuksesan dengan permulaan yang memberi banyak pelajaran berharga.
Satu lagi, jangan pernah iri melihat kesuksesan orang lain yang mungkin lebih dulu dari kita. Katakan pada diri bahwa “jalan sukses kita berbeda”.

“Pandang dunia dan berbagai macam persoalan didalamnya sebagai sesuatu yang rendah, mudah, murah, dan sederhana. Dengan begitu, kita akan selalu bersikap optimis menghadapi sesuatu.” (Moon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KKN's Story

[Luwu Timur, 27 Juni 2022 - 20 Agustus 2022] Tak terasa, waktu bagai angin lalu yang sepersekian detik menerpa tubuhku.. Masa 55 hari ber-KK...